« January 2007 | Main | June 2007 »

Cerita Pagi Tadi...

aSSalamu'alaikum....
dooh, pagi tadi rasanya pengen terus males2an di tempat tidur...
sampe akhirnya kepikiran seabreg kerjaan di kantor udah nunggu,
yg bikin aku langsung bangun n siap2 lagi ngejalanin rutinitas (hhhh,, itu2 lagiiii )
pernah ga siy kalian ngerasa bosen / jenuh banget sama rutinitas tiap hari..??
(* yah itu mah dijawab sendiri aja ya, aku lagi ga mau bahas itu juga :p...)

walaupun pengennya dirumah aja, berangkat juga deh, emang agak siang siy..
maksudnya biar ga terlalu panjang antri busway nya
(biasanya tiap pagi udah kaya orang antri klo lagi ada beras murah tuh, panjang jang jang...)
cuma maksud doang, prakteknya mah ga tentu. buktinya tadi udah siang gtu masih aja b'jubel.. (cape' deh...) ada kali tadi antri hampir 30 menit, smpe akhirnya bisa dapet bis...

Lepas haLte Jelambar, busway na berenti lampu merah n aku liat di trotoar byk orang lalu lalang,
yang mau kerja, yang mau kuliah, yg mau jalan2, yang lagi ngejar bis, rame banget...
tapi dari sekian banyak orang dsitu, ada sepasang suami istri yang bikin mataku ga pengen liat yg lain.. pasti kalian berpikirnya, "ah, kayanya biasa aja liat pasangan suami istri..."

yang aku liat itu, suaminya gendong istrinya di belakang, kayanya siy mereka mau bepergian, soalnya istrinya rapi n bawa tas...

sekarang pasti kalian masih berpikir, "trus knapa...? kayanya ga aneh, mungkin mereka lagi becanda main gendong2an,,, hehehe :p hari gini?.."
aku juga sempet mikir gtu soalnya, hehehe...
aku juga tanya "kenapa ya..?" pas aku perhatiin lagi ternyata emang kondisi ibu itu ga memungkinkan dirinya jalan sendiri. kakinya cacat, dia ga punya telapak kaki.. ya mungkin karena di amputasi atau bisa juga memang bawaan dari kecil. yang jelas kayanya dia memang bergantung sama suaminya... kasian memang... :'(

terlepas dari keadaan fisik ibu tadi, kita liat dari sisi lain.
coba liat suaminya, aku berpikir "ya allah, sabar banget suami ibu itu. di jaman kaya sekarang, di jakarta pula, ternyata masih ada seorang suami yang dengan senang hati, dengan ikhlas, dengan kasih sayangnya, tanpa beban, masih mau mendampingi istrinya yang dengan kondisi spt diatas tadi."

masih ada di bayangan aku, mereka jalan diantara orang2 dan mereka terlihat santai banget, bisa tertawa lepas seolah2 sedang membicarakan sesuatu yang lucu, bener2 lepas tanpa masalah, kayanya mereka juga ga peduli sekitar mereka mau berpendapat apa.. pokoknya aku liat jelas banget kebahagiaan di wajah pasangan itu..

aku salut sama pasangan tadi, mereka sabar abissssss di tengah keadaan nya yg spt tadi.
suaminya berhati besar banget yaa, dia bisa nerima apa adanya keadaan istrinya, berarti dia emang bner2 tulus sayang sama istrinya tanpa ngeliat gmana fisiknya, ya kan?
(yaa jaman skrg kan namanya laki-laki kbyakan liat wanita dari fisiknya dulu, memang ga smua siy.. )
tapi yang pasti, bahagia bener ibu itu tadi yaa...
dia beruntung punya suami yang tulus sayang sama dia... (",)

aku cuma bisa doain ibu tadi, semoga dia tabah, sabar menjalani hidup ini.
dia memang harus kuat karena ia masih punya "kaki" yang bisa bawa dia jalan...

ada pelajaran lah yg bisa aku ambil...
- kita harus bisa belajar menerima apa adanya, apalagi terhadap orang yg kita sayang
- belajar ikhlas
- tetep sabar menghadapi hidup
  aku pernah baca di buku agama yg bilang "tetaplah berlaku manis walaupun hidup ini pahit.."

di otak aku masih banyak banget nie sbnernya pelajaran yg bisa diambil, tapi berhubung dah cape sama kerjaan juga, sgitu dulu...
ada yang mau nambahin gak, pelajaran apalagi yang bisa kita ambil...?

cepet banget ya udah sore aja... Hhhhhh,, kerjaan masih numpuk aja :'(
dah ah mo di post-in, keburu pulang hehehe
besok liat apa lagi yaaaa...... (^_^)
Wassalamu'alaikum...........

-vy-

                            

Did i Marry tHe Right PeRson?

During one of our seminars, a woman asked a common question. She said, How do I know if I married the right person?" 


I noticed that there was a large man sitting next to her so I said, " It
Depends. Is that your husband
?
"


In all seriousness, she answered "
 How do you know?"


Let me answer this question because the chances are good that it's
Weighing on your mind.


Here's the answer.


EVERY relationship has a cycle. In the beginning, you fell in love with
Your spouse. You anticipated their call, wanted their touch, and liked their idiosyncrasies.


Falling in love with your spouse wasn't hard. In fact, it was a
Completely natural and spontaneous experience.
You didn't have to DO anything. That's why it's called "falling" in love... Because it's happening TO YOU.


People in love sometimes say, "
 I was swept of my feet." Think about the
Imagery of that _expression. It implies that you were just standing
There; doing nothing, and then something came along and happened TO YOU.


Falling in love is easy. It's a passive and spontaneous experience.


But after a few years of marriage, the euphoria of love fades. It's the
Natural cycle of EVERY relationship. Slowly but surely, phone calls
Become a bother
( if they come at all), touch is not always welcome (
when it happens), and your spouse's idiosyncrasies, instead of being cute,  drive you nuts.


The symptoms of this stage vary with every relationship, but if you
Think about your marriage, you will notice a dramatic difference between the initial stage when you were in love and a much duller or even angry subsequent stage.


At this point, you and/or your spouse might start asking,
"
 Did I marry
The right person
?" And as you and your spouse reflect on the euphoria of
The love you once had, you may begin to desire that experience with someone else. This is when marriages breakdown. People blame their spouse for their Unhappiness and look outside their marriage for fulfillment.


Extramarital fulfillment comes in all shapes and sizes. Infidelity is
The most obvious. But sometimes people turn to work, church, a hobby, a friendship, excessive TV, or abusive substances.


But the answer to this dilemma does NOT lie outside your marriage.
It lies within it.


I'm not saying that you couldn't fall in love with someone else. You
Could.


And
TEMPORARILY you'd feel better. But you'd be in the same situation a few years later. Because ( listen carefully to this):


THE KEY TO SUCCEEDING IN MARRIAGE IS NOT FINDING THE RIGHT PERSON; IT'S LEARNING TO LOVE THE PERSON YOU FOUND.

 

SUSTAINING love is not a passive or spontaneous experience. It'll NEVER just happen to you. You can't "find” LASTING love. You have to “make" it day in and day out. That's why we have the _expression " the labor of  love."
Because it takes time, effort, and energy. And most importantly, it
Takes WISDOM. You have to know WHAT TO DO to make your marriage work.


Make no mistake about it. Love is NOT a mystery. There are specific
Things you can do
(
with or without your spouse) to succeed with your marriage. 


Just as there are physical laws of the universe
(
 such as gravity),
There are also laws for relationships. Just as the right diet and exercise
Program makes you physically stronger; certain habits in your Relationship WILL make your marriage stronger. It's a direct cause and effect. If you know and apply the laws, the results are predictable. .. You can
 "
make " love.

 

Love in marriage is indeed a " decision "... Not just a feeling.

(Taken from somewhere on the net...)

Catatan Seorang Aku....

Catatan Seorang Aku...
( ketika penantian berbuah pahit)

Ini seperti mimpi saja,
suara yang mampu mengilhamkan puisi cinta itu..
dengan mata yang menyulap hampa menjadi ada,
hadir kembali dalam suasana yang sangat berbeda
walau sebenarnya tak pernah ada kata Cinta sejak dulu,
namun tetap saja hati ini berharap lebih..
meskipun yang dinanti menyapa pun tidak lagi..

Seorang aku bahkan tak sanggup berhenti sesaat untuk menatap langit
Walau cahaya mata tlah tersudut dengan ujung panah tanpa busur
Yang sekiranya menabur cinta namun ternyata menancap mematahkan hati..
Kehidupanku telah buta
Hati tak sanggup bercerita..
Egois kata adalah cara menahan diri
Tak ada duri yang menancap dendam,
tapi serpihan bening matanya telah tertuju pada merpati lain..
hari kulalui antara nyata dan maya
langkahku terikat benalu hati,
sapaan hanya jadi rintihan..
perjalananku tetap nihil...

pagi tidak mungkin bermaksud kejam, namun jujur,
terasa terlalu dingin bagi hati yang patah sudah..
ketika rumpun mawar di tepi pandangan mulai luruh,
dan batang cemara terlihat terlalu kuyu untuk menjadi tempat mengadu..
entah kemana harapan harus bertumpu..
terpaksa endap berselimutkan sejuta rindu yang tak terbalas..

bukan salah cinta jatuh di tempat yang salah..
namun mungkin salah diri
memilih tempat yang salah untuk jatuh cinta...



Catatan seorang Aku..
(ketika penantian masih saja berbuah pahit)

Hidup berjalan seperti butiran garam di laut tanpa batas...
Pikiran yang hampa..terbang jua..
padahal langit tahu dirinya tak bertepi
Seperti hati..
yang sentiasa berbisik jujur meski sering ditipu harga diri..
Batin yang sepi seperti rumpun terindah yang terlindungi duri hutan..
Mendamba cinta menyapa..

Bayu lembut yang bijak pernah berbisik untuk tak menghirau halusnya
pesona seorang dia..
Karena pesonanya terlalu manis untuk seorang aku..dan melati melati lain..
Namun..entah karena sayap ini yang membawa aku,
Entah karena hati ini yang terlalu cepat mencipta selaksa rasa..
Kini aku tahu rasanya jatuh setelah terbang terlalu tinggi..
Patah.. Hanya patah..

Aku setuju memudar mimpi tentangnya
Hatiku pernah berjanji tentang itu..
Kubiarkan diri hidup sepi dalam lembah yang kuciptakan sendiri..
Disini hanya ada angin setiup, air setetes dan mawar sekuntum yang
bernama aku
Cukup bagiku untuk saat ini...
Entah nanti..



Catatan seorang Aku...
(ketika mulai terasa bahwa sesungguhnya penantian itu manis..)
inspirasi dari sahabat-sahabatku yang baik..

Hidup tak selamanya sempurna..
Kadang hati ditipu harga diri..
Kadang jiwa begitu hampa..
Kadang sukma meratap di kesepian

Tapi hidup juga tak selamanya sendiri..
Karena sepi sesungguhnya adalah masa ujian dan kesempatan bagimu untuk
menjadi raja bagi dirimu sendiri..
Dunia penuh bunga itu masih ada..
Memang tercipta..
Aku percaya. Kamu percaya..bahwa cinta kan menyapa

Menjalani hari seperti berlari di atas kerikil yang tak berujung..
Ditemani hawa mentari yang jauh dari hangat..bahkan terlalu panas..
Warna mega putih yang kau harap pun terkadang berubah merah sekenanya..
Dan kau merasa hari tak berpihak padamu..

Malam penuh rasa tlah kau lalui..
Hari yang tak pasti pun lewat jua..
Meski mungkin ratusan ketidakpastian masih menghadangmu didepan..
Tapi ribuan kebahagiaan kan menantimu..

Karena kau ditemani oleh secercah putih cahaya yang mungkin tak seberapa..
Tapi cukup terang di dinding kelam sanubarimu..
Memberi harap pada haus jiwamu..
Dan mencegah patah hatimu..
Menyiram kering bunga di dalamnya dan menjadikanmu begitu indah..

Bila kau merasa gemintang terlalu suram..cobalah rasakan lebih dalam..
Maka akan terlihat bulan tersenyum padamu..
Jika kau pikir dinginnya malam karena tak sayang padamu,
cobalah berfikir lebih jauh..
Maka akan terasa selintas kehangatan menyapamu...
Dan jika kau merasa tak sehelai daun menemanimu..
cobalah kenali lebih dekat..
Maka akan nyata bagimu..sahabat adalah tempat berbagi bagimu

Insya Allah..
Kita akan menjadi seperti mentari
Berdiri tegar walau kadang tertutup awan gelap..
Indah seperti cinta..yang kita coba raih lalu kita dapat..
Setia seperti sahabat..
yang bahkan mampu mengikat angin yang tak terjaring..
Seperti aku.. yang akan selalu bersinar untukmu..
Berjalan seperti hari..yang berganti sekian lama..
Menggenap dan mengganjilkan usia kita..dulu..hari ini..dan sepanjangnya..



Catatan Seorang Aku...
(Ketika penantian Alhamdulillah berbuah manis..)
inspirasi dari novel "setitik kabut selaksa rasa"

Surga bagiku dan bagimu adalah seperti mengenakan matahari diseputar
kepala bagai untaian mahkota..
Surga bagiku dan bagimu ádalah apabila kita mampu menjalin hubungan
dengan bintang-bintang..
Dengan bulan-bulan.. baik yang berwarna biru maupun kelam..

Surga bagi kita adalah tempat dimana menjadi mencintai berarti
berbesar hati..
Surga bagi kita adalah tempat dimana tutor lembut menjadi pembuka
setiap hari lembar kehidupan..
Surga adalah tempat dimana bersanding, membuka diri dan membuai
dilakukan dengan penuh syukur..
Karena surga adalah anugrah dari Sang Pemberi Cinta..
Karena Cinta adalah anugerah dari Sang Maha Pencipta..

Surga adalah anugerah Allah bagi sepasang hati yang saling mencintai
atas nama cinta kepadaNya..
Seperti ketika Allah menciptakan sepasang beda yang saling memikat dan
mengikat..
Seperti Allah menciptakan malam yang berbeda dengan siang…
Namun menjadi satu dalam garis senja dan fajar..
Karena cinta sebenarnya hanya akan timbal pada sesuatu yang diciptakan
dari sebahagian jiwa itu sendiri..
Seperti bunga dan daun yang tercipta dari batang yang sama..
Sehingga daun berkata, mengapa bunga itu sangat memikat aku?
Dan bunga berbisik dalam hatinya..bahwa ia pun merasa yang sama.
Seperti Adam dan Hawa yang tercipta dari raga yang sama..
Sehingga Adam bertanya ,mengapa engkau terlihat seperti aku?
Dan Hawa menjawab, karena aku dan engkau tercipta dari Sang Maha
Pemberi Cinta yang sama...


(Taken from somewhere on the net...)

lagi sedih

duh, ga tau mau ada apaan...
tapi hari ini perasaan ko bisa sedih bangets ya...
sampe2 lg kerja tau2 ada yg netes,  hiks..hiks... :(( :((
(untung aja ga da yg liat,,)
apalagi sambil dengerin lagunya ANIMA 1 album,
dooh, pengen nya skrg ada di kamar,
tiduran sambil peluk pooh, trs nangis smpe ketiduran..
bangun2 pasti seger tuh ya..
paling juga matanya aja yg bengkak2... (",)
<duh vin, dirimu knapa lagi siy today...????>
Grrrrr,,,, sebeL banget klo dah ngerasa kaya gni.. *&#@&*%^@#