« June 2007 | Main | September 2007 »

Kisah Kasih Nyata " The Ring "

Pada suatu ketika di Jepang hiduplah seorang lelaki yang sederhana, namanya Oda. Ia memiliki seorang isteri yang sangat cantik dan sangat disayanginya. Namun sang isteri mempunyai kebiasaan buruk, yaitu tiap kali diajak bicara pasti akan keterusan alias teramat sangat cerewet sekali. Selain itu sang isteri tersebut juga suka mengumpat dengan kata-kata yang keras dan memekakkan telinga sehingga orang-orang tidak mau dekat-dekat dengannya.

Sebenarnya Oda sangat menyayangi isterinya itu, tetapi para tetangganya yang merasa terganggu lambat laun berani juga mengadu pada Oda perihal isterinya itu.

Akhirnya Odapun termakan kata-kata tetangganya. Ia berpikir bagaimana melenyapkan isterinya dari muka bumi. Suatu ketika Oda mengajak isterinya berjalan-jalan ke kuil tua di tengah hutan. Ketika melewati bagian belakang kuil yang sudah rusak, Oda melihat sebuah sumur tua yang tak digunakan lagi. Maka ia berpura-pura mengajak isterinya melihat burung di pohon besar dekat sumur itu. Lantas dengan tiba- tiba Oda mendorong isterinya itu masuk ke sumur.

Pada lima menit pertama Oda merasa sangat bahagia karena sepanjang hidupnya baru kali ini ia merasakan suasana yang begitu tenang tanpa celoteh isterinya. Lima menit kedua, Oda mulai merasa sepi juga karena tidak terbiasa dengan kesunyian. Akhirnya lima menit ketiga dengan keragu-raguan Oda kembali mendatangi sumur yang angker tersebut. Ia menurunkan tali timba dan berteriak menyuruh istrinya naik.

Begitu terkejutnya Oda ketika yang naik bukan istrinya melainkan sesosok makhluk menyeramkan dengan bulu lebat disekujur tubuhnya, dia adalah makhluk penunggu Sumur tua itu. Oda lantas bertanya, "Lho, kenapa kamu yang naik?" lantas makhluk itupun dengan wajah pucat ketakutan menjawab, "Aku takut , dibawah ada orang cerewet sekali  ......"
@^_^@

                            

You'Ve goT MaiL "nYaSaR" :p

>> Salah Kirim Email <<

Sepasang suami isteri setengah baya yang sama-sama dari kalangan
profesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota.

Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali . Mereka akan menempati 
kembali kamar hotel yang sama dengan ketika mereka berhoneymoon saat 
menikah 30 tahun yang lalu.
Karena kesibukannya, sang suami harus terbang lebih dahulu dan
isterinya baru menyusul keesokan harinya.

Setelah check in di hotel di Bali , sang suami mendapati pesawat
komputer yang tersambung ke internet telah terpasang di kamarnya.

Dengan gembira ia menulis e-mail mesra kepada isterinya di kantornya 
di Jalan Sud irma n, Jakarta .

Celakanya, ia salah mengetik alamat e-mail isterinya dan tanpa
menyadari kesalahannya ia mengirimkan e-mail tersebut.

Di lain tempat di daerah Cinere Jakarta, seorang wanita baru kembali
dari pemakaman suaminya yang baru saja meninggal. Setibanya di rumah,
ia langsung mengecheck e-mail untuk membaca ucapan-ucapan 
belasungkawa.

Baru saja selesai membaca e-mail yang pertama, ia langsung jatuh
pingsan tak sadarkan diri. Anak sulungnya yang terkejut kemudian 
membaca e-mail tersebut (tak lama kemudian jatuh pingsan juga), yang 
bunyinya :



To: Isteriku tercinta
Subject: Papah sudah sampai Mah !!!
Date: 18 Mei 2007

Aku tahu pasti kamu kaget tapi seneng dapat kabar dariku.
Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisa
berkirim kabar buat orang-orang tercinta di rumah.

Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudah
mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok. Nggak sabar deh
rasanya nungguin kamu.

Semoga perjalanan kamu kesini juga mengasyikkan seperti perjalananku
kemaren.

Love you Mom,
Papah

PS: Disini lagi panas-panasnya ! 
Kalau pada mau, anak-anak diajak aja!! 
.

Muhasabah: Hari-Hari Bahagia, Sebuah Renungan Bulan Sya''ban

"Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan.
Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat semua amal kepada Rabbul
Alamin. Dan aku suka untuk diangkat amalan aku sedangkan aku dalam
keadaan berpuasa."
(HR. An Nasai)

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang tetap kokoh berpegang pada
hidayah-Nya, saudaraku,...

Ini adalah hari-hari bahagia saudaraku. Kebahagiaan yang datang
beriring ombak keharuan yang menggetarkan jiwa. Kebahagiaan yang
datang bersama perenungan. Kebahagiaan yang menenggelamkan kita pada
lautan istighfar, permohonan ampun terhadap segala salah dan dosa. Ya.
Bahagia. Karena kini kita berada dibulan Sya''ban. Dan tidak lama lagi
kita akan dihadiri bulan yang sangat dirindukan, bulan suci, bulan
penuh hamparan barakah, bulan penuh ampunan, bulan ibadah, bulan
jihad, bulan Ramadhan... "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan
Sya''ban. Dan sampaikanlah usia hingga memasuki bulan Ramadhan..."

Saudaraku,   
Terlalu cepat dan bahkan nyaris tak terasa bila kita kini telah
memasuki kembali bulan Sya''ban. Bulan yang menjadi bulan ibadah
istimewa bagi Rasulullah selain bulan Ramadhan. Imam An Nasai
meriwayatkan sebuah hadits, bahwa Usamah bin Zaid ra berkata kepada
Rasul saw, "Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam
suata bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan
Sya''ban." Rasul saw besabda, "Itulah bulan yang manusia lalai darinya
antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya
diangkat semua amal kepada Rabbul Alamin. Dan aku suka untuk diangkat
amalan aku sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR. An Nasai. Lihat
Shahih Targhib wat Tarhib him. 425)

Mari tanamkan kesadaran dan tekad untuk tidak melalaikan bulan
Sya''ban dan menjadikan kita berada dalam kondisi baik saat amal-amal
kita diangkat kepada Allah swt. Para shalafushalih mengatakan bulan
Sya''ban sebagai bulannya para qurra (pembaca Al Qur''an). Adalah
Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Sya''ban mengatakan, "Inilah
bulannya para qurra.'' Sementara Amr bin Qais apabila masuk bulan
Sya''ban dia menutup tokonya pada waktu-waktu tertentu dan meluangkan
waktu (khusus) untuk membaca Al Qur''an.

Saudaraku,
Bulan ini, adalah masa pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Semoga kita sudah bisa memasuki Ramadhan dalam kesiapan iman yang
memadai untuk meraih sebanyak-banyaknya pahala ibadah di bulan suci
itu. Mari lalui bulan ini dengan lebih menekankan kualitas dan
memperbanyak kuantitas ibadah kepada Allah swt.

Dalam sebuah dialog, Ustadz Fathi Yakan hafizhahullah menguraikan ada
8 agenda beribadah yang penting agar kita bisa menjaga keimanan di
zaman yang penuh fitnah ini.

Agenda pertama: Melakukan shalat dua belas rakaat sunnah rawatib,
yakni dua rakaat sebelum subuh, empat rakaat sebelum zhuhur, dua
rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dan dua rakaat
setelah isya. Manfaat yang diharapkan: Dibangunkan rumah di surga oleh
Allah bagi orang yang selalu mengerjakannya. Dalilnya, sabda
Rasulullah saw, "Barangsiapa yang shalat sunnah satu hari 12 rakaat,
Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga." (HR. Muslim)

Agenda kedua: Shalat dua rakaat di tengah malam. Manfaat yang
diharapkan: Pengabulan doa, pengampunan dosa dan pemenuhan hajat serta
keperluan. Dalilnya, sabda Rasulullah saw, "Allah swt turun setiap
malam ke langit dunia. Di saat tesisa sepertiga malam terakhir. Allah
berfirman, "Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan kuberikan
permintaannya, dan siapa yang memohon ampunan pada-Ku, akan Kuampuni
dia." (HR. Bukhari)

Agenda ketiga: Melakukan shalat dhuha 2 rakaat, 4 rakaat atau 8
rakaat. Manfaat yang diharapkan: Memberi sedekah dari setiap
persendian tulang dalam tubuh. Dalilnya, sabda Rasulullah saw dari Abi
Dzar ra, "Setiap persendian pada diri kalian harus dishadaqahkan.
Setiap tasbih adalah shadaqah. Setiap tahmid adalah shadaqah, setiap
tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, memerintahkan
pada makruf itu adalah shadaqah, melarang yang mungkar itu shadaqah,
semua itu akan terpenuhi dengan dua rakaat yang dilakukan dalam shalat
dhuha." (HR. Muslim, dan Bukhari sebagiannya)

Agenda keempat: Membaca surat Al Mulk dan surat Al Qur''an lainnya.
Manfaat yang diharapkan: Dihindari dari adzab kubur. Dalilnya, sabda
Rasulullah saw, "Sesungguhnya dalam Al Qur''an terdapat satu surat
yang terdiri dari 30 ayat. Surat itu bisa memberi syafaat kepada
seseorang hingga diampuni dosa-dosanya. Yakni surat yang awalnya
berbunyi "Tabarakalladzii biyadihil mulk. " (HR.Tirmidzi dan Ahmad,
Tirmidzi mengatakan ini adalah hadits hasan)

Agenda kelima: Mengatakan "Laa ilaah illallah wandahu laa syariika
lah. Lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa `ala kulli syain qadiir''''
seratus kali. Manfaat yang diharapkan: Sama dengan membebaskan 10
orang budak, dituliskan seratus kebaikan, menghapus seratus kesalahan,
dan menjadi pelindung dari syaitan. Dalilnya, Rasulullah saw bersabda,
"Barangsiapa yang mengatakan laa ilaaha illallah wandahu la syarika
lah, lahul mudku wa lahul hamdu. Wa huwa `ala kulli syain qadiir"
dalam satu hari seratus kali, maka itu sama dengan membebaskan 10
orang budak, menuliskan seratus kebaikan, menghapus 100 kesalahan dan
akan menjadi pelindung baginya dari syaitan pada hari itu sampai tiba
waktu sore. Dan tidak ada seorang pun yang bisa memperoleh sesuatu
yang lebih baik dari apa yang telah dilakukannya itu kecuali bila ada
seseorang yang mengerjakan lebih banyak dari itu." (HR. Muslim)

Agenda keenam: Mengucapkan shalawat atas Rasulullah saw dalam jumlah
yang tidak ditentukan. Manfaat yang diharapkan: terpelihara dari sifat
kikir dan mendapat doa dari Allah swt. Dalilnya, Rasulullah saw
bersabda, "Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali
maka Allah akan mendoakannya sebanyak 10 kali." (HR. Muslim) "Orang
yang kikir adalah yang bila disebut di sisinya namaku, tapi dia tidak
mengucapkan shalawat atasku." (HR. Tirmidzi, dia mengatakan, ini
adalah hadits hasan gharib shahih).

Agenda ketujuh: Mengucapkan "Subhanallah wa bihamdihi,
SubhanallahilAzhiim" dalam jumlah yang tidak ditentukan. Manfaat yang
diharapkan: Ditanamkan pohon kurma di surga. Dalilnya, sabda
Rasulullah saw, "Barangsiapa yang mengucapkan subhanallah wa bihamdihi
akan ditanamkan untuknya pohon kurma di surga. (HR. tirmidzi, ia
mengatakan ini hadits hasan gharib)

Agenda kedelapan: Mengucapkan "Astghfirullahal Azhiim" dalam jumlah
yang tidak ditentukan. Manfaat yang diharapkan : Dilepaskan dari
kesulitan dan dibanyakkan rezki. Dalilnya, sabda Rasulullah saw,
"Barangsiapa yang membiasakan beristighfar maka Allah akan memberikan
jalan keluar dari setiap kesempitan baginya, dan akan diberikan
kelapangan dari kecemasan dan didatangkan rezki dari arah yang tidak
disangka-sangka." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Hakim dengan sanad
shahih)

Saudaraku,
Mintalah kepada Allah agar kita senantiasa mendapat petunjuk dan
kekuatan untuk mengikuti petunjuk itu.

>> Dikutip dari "Mencari Mutiara di Dasar Hati" Muhammad Nursani <<

:: Sebelum Cahaya (Don't Make Me Sad) ::

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta


ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta


kekuatan hati yang berpegang janji
genggamlah tanganku cinta
ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
temani hatimu cinta


ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta



>> LeTTo <<

...aKaL seHat...

Dulu ku mencintaimu
terasa bahagia
namun kau hilang tanpa jejak
membuat bertanya
apa salah diriku

hapus memori itu
tak semudah dibayangkan
bagai hantu di siang malam
mendera batinku

bayang dirimu
begitu rasuk kalbu

Akal sehat ku berhenti
kala menatap indah matamu
hingga melumpuhkan jiwa
kau mencuri perhatian dan sayangku
takkan lagi ku pungkiri semua

Saat kucoba tegar
hadirmu kembali
ada dera di sekujur tubuh
lelah tuk berpikir
sakit ku melihatnya

bawa sejuta maaf
entah dari hati
letakkan janji sekali lagi
di atas segalanya

akankah ini
hanya pelarian tanpa ujung

Akal sehat ku berhenti
kala menatap indah matamu
hingga melumpuhkan jiwa
kau mencuri perhatian dan sayangku
takkan lagi ku pungkiri semua

aku memang cinta padamu...

>> ada baNd <<