« :: Sebelum Cahaya (Don't Make Me Sad) :: | Main | You'Ve goT MaiL "nYaSaR" :p »

Muhasabah: Hari-Hari Bahagia, Sebuah Renungan Bulan Sya''ban

"Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan.
Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat semua amal kepada Rabbul
Alamin. Dan aku suka untuk diangkat amalan aku sedangkan aku dalam
keadaan berpuasa."
(HR. An Nasai)

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang tetap kokoh berpegang pada
hidayah-Nya, saudaraku,...

Ini adalah hari-hari bahagia saudaraku. Kebahagiaan yang datang
beriring ombak keharuan yang menggetarkan jiwa. Kebahagiaan yang
datang bersama perenungan. Kebahagiaan yang menenggelamkan kita pada
lautan istighfar, permohonan ampun terhadap segala salah dan dosa. Ya.
Bahagia. Karena kini kita berada dibulan Sya''ban. Dan tidak lama lagi
kita akan dihadiri bulan yang sangat dirindukan, bulan suci, bulan
penuh hamparan barakah, bulan penuh ampunan, bulan ibadah, bulan
jihad, bulan Ramadhan... "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan
Sya''ban. Dan sampaikanlah usia hingga memasuki bulan Ramadhan..."

Saudaraku,   
Terlalu cepat dan bahkan nyaris tak terasa bila kita kini telah
memasuki kembali bulan Sya''ban. Bulan yang menjadi bulan ibadah
istimewa bagi Rasulullah selain bulan Ramadhan. Imam An Nasai
meriwayatkan sebuah hadits, bahwa Usamah bin Zaid ra berkata kepada
Rasul saw, "Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam
suata bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan
Sya''ban." Rasul saw besabda, "Itulah bulan yang manusia lalai darinya
antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya
diangkat semua amal kepada Rabbul Alamin. Dan aku suka untuk diangkat
amalan aku sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR. An Nasai. Lihat
Shahih Targhib wat Tarhib him. 425)

Mari tanamkan kesadaran dan tekad untuk tidak melalaikan bulan
Sya''ban dan menjadikan kita berada dalam kondisi baik saat amal-amal
kita diangkat kepada Allah swt. Para shalafushalih mengatakan bulan
Sya''ban sebagai bulannya para qurra (pembaca Al Qur''an). Adalah
Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Sya''ban mengatakan, "Inilah
bulannya para qurra.'' Sementara Amr bin Qais apabila masuk bulan
Sya''ban dia menutup tokonya pada waktu-waktu tertentu dan meluangkan
waktu (khusus) untuk membaca Al Qur''an.

Saudaraku,
Bulan ini, adalah masa pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Semoga kita sudah bisa memasuki Ramadhan dalam kesiapan iman yang
memadai untuk meraih sebanyak-banyaknya pahala ibadah di bulan suci
itu. Mari lalui bulan ini dengan lebih menekankan kualitas dan
memperbanyak kuantitas ibadah kepada Allah swt.

Dalam sebuah dialog, Ustadz Fathi Yakan hafizhahullah menguraikan ada
8 agenda beribadah yang penting agar kita bisa menjaga keimanan di
zaman yang penuh fitnah ini.

Agenda pertama: Melakukan shalat dua belas rakaat sunnah rawatib,
yakni dua rakaat sebelum subuh, empat rakaat sebelum zhuhur, dua
rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dan dua rakaat
setelah isya. Manfaat yang diharapkan: Dibangunkan rumah di surga oleh
Allah bagi orang yang selalu mengerjakannya. Dalilnya, sabda
Rasulullah saw, "Barangsiapa yang shalat sunnah satu hari 12 rakaat,
Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga." (HR. Muslim)

Agenda kedua: Shalat dua rakaat di tengah malam. Manfaat yang
diharapkan: Pengabulan doa, pengampunan dosa dan pemenuhan hajat serta
keperluan. Dalilnya, sabda Rasulullah saw, "Allah swt turun setiap
malam ke langit dunia. Di saat tesisa sepertiga malam terakhir. Allah
berfirman, "Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan kuberikan
permintaannya, dan siapa yang memohon ampunan pada-Ku, akan Kuampuni
dia." (HR. Bukhari)

Agenda ketiga: Melakukan shalat dhuha 2 rakaat, 4 rakaat atau 8
rakaat. Manfaat yang diharapkan: Memberi sedekah dari setiap
persendian tulang dalam tubuh. Dalilnya, sabda Rasulullah saw dari Abi
Dzar ra, "Setiap persendian pada diri kalian harus dishadaqahkan.
Setiap tasbih adalah shadaqah. Setiap tahmid adalah shadaqah, setiap
tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, memerintahkan
pada makruf itu adalah shadaqah, melarang yang mungkar itu shadaqah,
semua itu akan terpenuhi dengan dua rakaat yang dilakukan dalam shalat
dhuha." (HR. Muslim, dan Bukhari sebagiannya)

Agenda keempat: Membaca surat Al Mulk dan surat Al Qur''an lainnya.
Manfaat yang diharapkan: Dihindari dari adzab kubur. Dalilnya, sabda
Rasulullah saw, "Sesungguhnya dalam Al Qur''an terdapat satu surat
yang terdiri dari 30 ayat. Surat itu bisa memberi syafaat kepada
seseorang hingga diampuni dosa-dosanya. Yakni surat yang awalnya
berbunyi "Tabarakalladzii biyadihil mulk. " (HR.Tirmidzi dan Ahmad,
Tirmidzi mengatakan ini adalah hadits hasan)

Agenda kelima: Mengatakan "Laa ilaah illallah wandahu laa syariika
lah. Lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa `ala kulli syain qadiir''''
seratus kali. Manfaat yang diharapkan: Sama dengan membebaskan 10
orang budak, dituliskan seratus kebaikan, menghapus seratus kesalahan,
dan menjadi pelindung dari syaitan. Dalilnya, Rasulullah saw bersabda,
"Barangsiapa yang mengatakan laa ilaaha illallah wandahu la syarika
lah, lahul mudku wa lahul hamdu. Wa huwa `ala kulli syain qadiir"
dalam satu hari seratus kali, maka itu sama dengan membebaskan 10
orang budak, menuliskan seratus kebaikan, menghapus 100 kesalahan dan
akan menjadi pelindung baginya dari syaitan pada hari itu sampai tiba
waktu sore. Dan tidak ada seorang pun yang bisa memperoleh sesuatu
yang lebih baik dari apa yang telah dilakukannya itu kecuali bila ada
seseorang yang mengerjakan lebih banyak dari itu." (HR. Muslim)

Agenda keenam: Mengucapkan shalawat atas Rasulullah saw dalam jumlah
yang tidak ditentukan. Manfaat yang diharapkan: terpelihara dari sifat
kikir dan mendapat doa dari Allah swt. Dalilnya, Rasulullah saw
bersabda, "Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali
maka Allah akan mendoakannya sebanyak 10 kali." (HR. Muslim) "Orang
yang kikir adalah yang bila disebut di sisinya namaku, tapi dia tidak
mengucapkan shalawat atasku." (HR. Tirmidzi, dia mengatakan, ini
adalah hadits hasan gharib shahih).

Agenda ketujuh: Mengucapkan "Subhanallah wa bihamdihi,
SubhanallahilAzhiim" dalam jumlah yang tidak ditentukan. Manfaat yang
diharapkan: Ditanamkan pohon kurma di surga. Dalilnya, sabda
Rasulullah saw, "Barangsiapa yang mengucapkan subhanallah wa bihamdihi
akan ditanamkan untuknya pohon kurma di surga. (HR. tirmidzi, ia
mengatakan ini hadits hasan gharib)

Agenda kedelapan: Mengucapkan "Astghfirullahal Azhiim" dalam jumlah
yang tidak ditentukan. Manfaat yang diharapkan : Dilepaskan dari
kesulitan dan dibanyakkan rezki. Dalilnya, sabda Rasulullah saw,
"Barangsiapa yang membiasakan beristighfar maka Allah akan memberikan
jalan keluar dari setiap kesempitan baginya, dan akan diberikan
kelapangan dari kecemasan dan didatangkan rezki dari arah yang tidak
disangka-sangka." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Hakim dengan sanad
shahih)

Saudaraku,
Mintalah kepada Allah agar kita senantiasa mendapat petunjuk dan
kekuatan untuk mengikuti petunjuk itu.

>> Dikutip dari "Mencari Mutiara di Dasar Hati" Muhammad Nursani <<

                            

Comments

SELEMBAR CEK
Action & Wisdom Motivation
“Yi zhang zhi piao”
Di sebuah keluarga, tinggallah seorang ayah dengan putra tunggalnya yang sebentar lagi lulus dari perguruan tinggi. Sang ibu beberapa tahun yang lalu telah meninggal dunia. Mereka berdua memiliki kesamaan minat yakni mengikuti perkembangan produk otomotif.
Suatu hari, saat pameran otomotif berlangsung, mereka berdua pun ke sana. Melihat sambil berandai-andai. Seandainya tabungan si ayah mencukupi, kira-kira mobil apa yang sesuai budget yang akan di beli. Sambil bersenda gurau, sepertinya sungguh-sungguh akan membeli mobil impian mereka.
Menjelang hari wisuda, diam-diam si anak menyimpan harapan dalam hati, "Mudah-mudahan ayah membelikan aku mobil, sebagai hadiah kelulusanku. Setelah lulus, aku pasti akan memasuki dunia kerja. Dan alangkah hebatnya bila saat mulai bekerja nanti aku bisa berkendara ke kantor dengan mobil baru," harapnya dengan senang. Membayangkan dirinya memakai baju rapi berdasi, mengendarai mobil ke kantor.
Saat hari wisuda tiba, ayahnya memberi hadiah bingkisan yang segera dibukanya dengan harap-harap cemas. Ternyata isinya adalah sebuah kitab suci di bingkai kotak kayu berukir indah. Walaupun mengucap terima kasih tetapi hatinya sungguh kecewa. "Bukannya aku tidak menghargai hadiah dari ayah, tetapi alangkah senangnya bila isi kotak itu adalah kunci mobil," ucapnya dalam hati sambil menaruh kitab suci kembali ke kotaknya.
Waktu berlalu dengan cepat, si anak diterima kerja di kota besar. Si ayah pun sendiri dalam kesepian. Karena usia tua dan sakit-sakitan, tak lama si ayah meninggal dunia tanpa sempat meninggalkan pesan kepada putranya.
Setelah masa berkabung selesai, saat sedang membereskan barang-barang, mata si anak terpaku melihat kotak kayu hadiah wisudanya yang tergeletak berdebu di pojok lemari. Dia teringat itu hadiah ayahnya saat wisuda yang diabaikannya. Perlahan dibersihkannya kotak penutup, dan untuk pertama kalinya kitab suci hadiah pemberian si ayah dibacanya.
Saat membaca, tiba-tiba sehelai kertas terjatuh dari selipan kitab suci. Alangkah terkejutnya dia. Ternyata isinya selembar cek dengan nominal sebesar harga mobil yang diinginkan dan tertera tanggalnya persis pada hari wisudanya.
Sambil berlinang airmata, dia pun tersadar. Terjawab sudah, kenapa mobil kesayangan ayahnya dijual. Ternyata untuk menggenapi harga mobil yang hendak dihadiahkan kepadanya di hari wisuda. Segera ia pun bersimpuh dengan memanjatkan doa, "Ayah maafkan anakmu yang tidak menghargai hadiahmu …. Walau terlambat, hadiah Ayah telah kuterima…… Terima kasih Ayah.. Semoga Ayah berbahagia di sisiNYA, amin".
Tidak jarang para orang tua memberi perhatian dengan alasan dan caranya masing-masing. Tetapi dalam kenyataan hidup, karena kemudaan usia anak dan emosi yang belum dewasa, seringkali terjadi kesalahfahaman pada anak dalam menerjemahkan perhatian orang tua.
Jangan cepat menghakimi sekiranya harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya tidak menjadikan kita manja hingga selalu menuntut permintaan.
Mari belajar menjadi anak yang pandai menghargai setiap perhatian orang tua.

ASSALAMUALAIKUM TYAAAA....,dr sekian baNYAK blog km,yg ini neeeh kek nya yg paling...nyantol di qolbuku.Alhamdulillah....,makasih yach.......wassalam

wa'alaikumsalam... aLhamduLiLLah kLo beRmanFaat... maKasih coMMent nya yaa... @^_^@

menyentuh banget tausyiahny ya.jazakillah.

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .