TIPS SAAT BERPUASA...

                                        SEHAT DAN BUGAR
 


1.
 NIAT BERPUASA

  Motivasi   yang kuat untuk berpuasa menyebabkan fisik kita siap untuk menghadapi sesuatu   yang diakibatkan oleh puasa tersebut. Diketahui bahwa kadar asam lambung   orang yang niat untuk berpuasa lebih rendah dari orang yang kelaparan. Hal   ini karena niat (motivasi) puasa menyebabkan penekanan pusat lapar di otak   sehingga kita siap menahan lapar sampai waktu berbuka, 
     
2. TETAP   MAKAN SAHUR

    Makan   sahur penting bagi kita untuk memperoleh cadangan energi dalam melakukan   aktivitas keseharian. Bila tidak makan sahur seseorang akan mudah menjadi   Hipoglikemia dimana kadar gula dalam darah turun. Hal ini menyebabkan tubuh   cepat menjadi lesu, loyo dan mengantuk bahkan mudah marah. 
     
3. HINDARI   MAKANAN & MINUMAN YANG BANYAK
MENGANDUNG GULA SAAT SAHUR

      Makanan   dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula akan memacu tubuh memproduksi   Insulin untuk segera menetral kadar gula dalam darah. Akibatnya rasa lapar   akan cepat timbul dan badan pun menjadi cepat lemas dan lesu. Perbanyak   makanan yang mengandung protein tinggi karena protein akan dio!ah lebih   lambat dibanding jenis makanan lain. 
     
4. SEGERA BERBUKA   PUASA PADA WAKTUNYA

    Segeralah   berbuka dengan makanan yang manis (korma) sebab makanan yang manis lebih baik   untuk usus yang kosong dan lebih cepat diubah menjadi energi. Makanan dan   minumlah secukupnya agar beban lambung tidak terlalu berat setelah berjam-jam   kosong. Makan yang terlalu banyak saat berbuka akan menyebabkan sebagian   besar darah terdistribusikan ke alat pencernaan akibatnya aliran darah ke   otak menjadi lebih sedikit, tubuh menjadi lebih lemas, mengantuk dan malas   berfikir.
"Makan dan minumlah kamu dan jangan berlebihan"

       
5. BEROLAH   RAGA DI BULAN RAMADHAN

    Salah   satu penyebab cepat lelah ketika puasa adalah kebiasaan yang salah   ramai-ramai berolah raga sehabis sahur. Waktu yang paling tepat untuk   berolahraga di bulan Ramadhan adalah beberapa jam (1-2 jam) sebelum atau   sesudah berbuka. Tidak dianjurkan melakukan olah raga yang terlalu berat   salama berpuasa.
 
6. MENJAGA   KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SELAMA BERPUASA

      Ketika   puasa semua kegiatan makan dan minum berhenti total sehingga produksi   kelenjar liur mulut berkurang dan mulut menjadi cepat asam dan berbau. Karena   itu dianjurkan untuk segera menggosok gigi sehabis makan sahur agar sisa-sisa   makanan tidak membusuk di rongga mulut 
     

 


 
TARGET AMAL
 
 

     


 
§ Khatam   Al-Qur’an, Minimal 1 X 
  § Membaca tafsit terjemahan Al-Qur’an, minimal 1/3   Al-Qur’an 
  § Shalat lima   waktu dengan berjamaah 
  § Shalat Sunnah Rawatib, minimal yang muakkad 
  § Memberi buka yang berpuasa, minimal 1 X 
  § Berinfaq setiap hari ( seadanya ) 
  § Itikaf, minmal sehari Evaluasi amal setiap hari 
  § Membaca buku Islam, minimal 1 buku 
     
   
     


 
MANAGEMENT WAKTU
   

 

 

                   
   
   

§ sebelum sahur 
      
      
    § sesudah sahur     menjelang subuh 
    § setetah halat     Subuh 
    § sesudah shalat Dzhuhur 
    § sesudah shalat     Ashar 
    § menjelang     maghrib 
    § menjelang     tarawih
    § sesudah tarawih     & istirahat sejenak di rumah 
    § menjelang tidur 
     

   
   
   
   

Shalat tahajjud minimal 2 rakaat, kalau sudah witir     waktu tarawih, tidak perlu diulang, Kalau belum ditambah dengan witir, 
    tilawah     Quran, 10 menit
    tilawah     Qur'an, 30 menit
    tilawah     Qur'an/baca tafsir dan terjemahan, 30 menit
    tilawah     Qur'an, 15 menit
    baca     buku Islam, 30 menit
    tilawah     Quran, 10 menit
    tilawah     Qur'an, 30 menit
      
    merenungi     perjalanan diri dari sahum hingga yang sa at ini, 10 menit.
    Apakah     banyak melakukan hal-hal yang merusak ibadah/nilai puasa'?!
    Apakah     ibadah masih sedikit, atau lainnya?!

   
   
   


 
 
  Agar   puasa anda berbuah taqwa, tidak hanya manahan lapar, haus-dahaga, serta keinginan   syahwat saja tetapi harus juga menjaga hal-hal benikut : 
    
  1. Memicingkan   mata, mencegahnya dari pandangan yang tercela dan dimakruhkan serta   menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan hati menjadi bimbang   dan lalai mengingat Allah.
    "Pandangan mata adalah panah beracun    dari panah Iblis.
  Maka barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah niscaya   Allah akan memberinya iman dan mendapatkan manisnya iman dalam hatinya. 
    
  2. Menjaga   lisan dan perkataan yang sia-sia; berdusta ghibah, mencari-cari kesalahan   orang lain, berkata keji dan sejenisnya serta mengharuskan diam atau dzikir   kepada Allah.
”Bukanlah puasa itu dari makan dan minum, tetapi   juga dari perkataan kotor dan caci maki”
 

      3. Mencegah   pendengaran dari hal-hal makruh dan hal-hal yang haram diucapkan.  
”Orang yang mengumpat (berghibah) dan orang yang   mendengarkannya adalah sama-sama berdosa”.

      
  4. Mencegah   semua anggota badan lainnya dari perbuatan dosa
”Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak ada   hal hasil yang ia peroleh, kecuali lapar dan haus”

      
  5. Tidak   memeperbanyak makanan sewaktu berbuka, begitu juga sewaktu sahur  
”Tidak ada karung yang lebih dibenci Allah dari pada   perut yang kekenyangan dengan makanan yang halal”

      
  6. Sesudah   berbuka hatinya berguncang antara harap dan cemas karena dia tidak tahu   apakah puasanya diterima atau ditolak. Dengan ini dia akan sangat berharap   kepada Allah, berdo”a agar ibadahnya ini diterima dan sekaligus dia   akan meneliti apakah ada hal-hal yang membuat ibadahnya tertolak sehingga dia   akan menghindarkan diri dari hal tersebut untuk keesokan harinya. 
     
  § Sesungguhnya puasa adalah amanat, maka hendalklah   kamu menjaga amanat itu”
  § ”Bukanlah puasa itu dari makan dan minum saja, tetapi juga dari   perkataan kotor dan caci maki”

                            

MaRhaBaN Yaa RaMadHaN 1429 H

“ Bersambung Kasih Berajut Cinta “

“ Beralas Ihklas Beratap Cinta ”

” Bersimbah Khilaf Semasa Hidup

BERHARAP DI BASUH MAAF ”

Met menjalankan Ibadah Puasa yah semuanya

Mohon Maaf Lahir & Bathin

 

 



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

                       Selamat Datang Bulan Ramadhan.....

 

“Marhaban Ya Ramadhan “




Do'a Malaikat Jibril adalah sbb:
"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad,
apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami istri;
Tidak berma'afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Maka Rasulullah pun mengatakan amiin sebanyak 3 kali.
Dapat kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jum'at.



Tanpa Disadari


11 bulan
banyak kata sudah diucapkan dan dilontarkan
tak semua menyejukkan,


11 bulan
banyak perilaku yang sudah dibuat dan diciptakan
tak semua menyenangkan,


11 bulan
banyak keluhan, kebencian, kebohongan
menjadi bagian dari diri,


saatnya istirahat dalam "perjalanan dunia"
saatnya membersihkan jiwa yang berjelaga,
saatnya menikmati indahnya kemurahanNya
saatnya memahami makna pensucian diri


Selamat menunaikan Ibadah Puasa

                                 
                                     
Mohon maaf segala khilaf dan salah
                         bersama kita leburkan kekhilafan

                  Semoga dengan puasa mempertemukan kita
                        dengan Keagungan Lailatul Qadar
                        dan kita semua menjadi pilihanNya
                             untuk dikabulkan do'a - do'a
                               dan kembali menjadi fitrah

                                              Amien,


            Wassalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh
  

Sunnah - Sunnah yang diremehkan...

Assalamualaikum Wr. Wb

Sunnah ke satu : Witir, Shalat Dhuha dan Puasa Tiga Hari Setiap Bulan

Banyak umat Islam melupakan tiga ibadah sunnah diatas. Padahal Insya Allah, orang yang menjaga ketiga-tiganya termasuk golongan orang-orang saleh. Abu Hurairah berkata : "Kekasihku (Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam) mewasiatkan tiga hal kepadaku, aku tidak pernah meninggalkannya sampai mati; puasa tiga hari pada setiap bulan, shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur." (HR. Al-Bukhari)

Asy-Syaukani berkata : "Ar Ruhyani berkata, puasa tiga hari pada tiap bulan adalah sunnah, dan jika bertepatan dengan Ayyumul Bidh (hari2 bulan purnama yakni tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan Hijriah) maka itu lebih disukai."


Sunnah Kedua : Shalat ketika Pulang dari Perjalanan

Hampir tak terdengar sunnah ini pernah dilakukan oleh umat islam, kecuali oleh mereka yang dirahmati Allah SWT. Karena itu, umat islam seyogyanya menghidupkan kembali sunnah yang hampir terlupakan ini.

Ka'b bin Malik meriwayatkan : "Apabila Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam datang dari perjalanan, beliau memulai (singgah) di masjid kemudian mendirikan shalat di dalamnya." (HR. Al-Bukhori).

Sunnah Ketiga : Berkumur ketika Minum Susu

Ubaidillah bin Abdillah bin Utbah meriwayatkan dari Ibnu Abbas : "Bahwasanya Rasulullah SAW minum susu kemudian berkumur (dengannya), lalu beliau berkata, "Sesungguhnya susu itu mengandung lemak...". (HR. Al-Bukhori).

Ibnu Hajar berkata : "Dalam hadits ini dijelaskan tentang alasan berkumur ketika minum susu. Maka, ini menunjukkaj disunnahkannya melakukan hal yang sama terhadap setiap yang mengandung lemak."

Sunnah Keempat : Makan sebelum keluar Shalat 'Ied

Anas berkata : "Tidaklah Rasul SAW berangkat (Shalat) pada hari Raya Fithrah kecuali beliau makan beberapa kurma." (HR. Al-Bukhori).

Al Muhallab berkata : "Hikmah makan sebelum shalat 'Ied yaitu agar orang tidak mengira masih diwajibkan puasa hingga shalat 'Ied. Seakan-akan beliau ingin menutup sarana ke arah itu."

Adapun disunnahkannya makan kurma, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar adalah karena sesuatu yang manis bisa menguatkan pandangan dan sesuai dengan karakter iman. Juga, karena ia lebih mudah dalam pencernaan. Dan seperti diketahui, kurma juga mengandung banyak zat gula atau yang biasa dikenal dengan glukosa yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

Sunnah Kelima : Berdoa Ketika memakai Baju Baru

Karena terbiasa memakai pakaian baru, orang kemudian banyak yang lupa sunnah mengenakannya. Padahal sebagaimana diriwayatkan Abu Sa'id Al Khudri, bila Rasulullah SAW mengenakan pakaian baru, beliau berdoa :

"Ya Allah, bagiMu segala puji, Engkau memberiku pakaian. Aku mohon padamu kebaikannya dan kebaikan apa yang dibuat untuknya. Dan aku berlindung kepadaMu dari keburukannya dan keburukan yang dibuat untuknya." (HR Abu Daud Nasa'i dan Turmudzi serta dishahihkannya).


Sunnah Keenam : Meletakkan (menutupkan) kedua telapak tangan di mulut ketika menguap

Abu meriwayatkannya dari Rasulullah SAW : "Sesungguhnyay Allah menyukai orang bersin dan membenci (orang) menguap. Jika seseorang dari kamu bersin lalu memuji Allah maka setiap muslim yang mendengarkannya berhak mengucapkan "yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu). Adapun menguap maka ia dari setan. Jika seseorang dari kamu menguap, hendaknya ia menahan semampunya. Karena sesungguhnya jika seseorang dari kamu menguap, setan menertawakannya." (HR. Al-Bukhori)

Dan diantara keistimewaan Rasulullah SAW adalah "Beliau sama sekali tidak pernah menguap."(HR. Al-Bhukori)

Sunnah Ketujuh : Menangis ketika membaca Al-Qur'an

Saat ini, kita bisa banyak menjumpai Al-Qur'an dengan lagu merdu meliuk-liuk, apalagi ketika diselenggarakan MTQ. Tetapi, sangat sulit kita bisa mendengarkan orang membaca Al-Qur'an sambil menangis. Inilah salah satu sunnah yang banyak ditinggalkan orang.

Abdullah bin Mas'ud berkata. Rasulullah SAW bersabda kepadaku : "Bacakan untukku (Al-Qur'an)!", Aku bertanya : "Wahai Rasul aku membacanya untukmu, padahal ia diturunkan kepadamu?", Beliau menjawab : "Ya..", Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)", beliau bersabda : "Cukuplah sekarang, dan aku melihat beliau, tiba-tiba mengalirlah air matanya." (HR. Al-Bukhori).

Imam Ghazali berkata : "Disunahkan menangis ketika membaca Al-Qur'an. Caranya yaitu dengan menghadirkan kesedihan dan ketakutan dalam hati dengan merenungkan ancaman yang keras serta berbagai perjanjian berat, lalu hendaknya ia melihat betapa sangat lengahnya ia dalam masalah tersebut. Jika tetap saja tidak ada kesedihan hatinya, ketahuilah ini adalah salah satu musibah terbesar baginya."

Sunnah Kedelapan : Memakai Alas Kaki dengan mendahulukan yang kanan dan melepasnya dengan mendahulukan yang kiri

Abu Hurairah Ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda : "jika salah seorang dari kamu memakai sandal, hendaknya ia memulai dengan yang kanan dan apabila melepasnya, hendaknya ia memulai dengan yang kiri, dan hendaknya ia memakai keduanya (tidak hanya memakai salah satu)." (HR. Muslim).

Imam Nawawi berkata : "Hadits ini menunjukkan disunnahkannya memulai dengan yang kanan dalam hal-hal yang mulia, keindahan dan kebersihan serta yang sejenisnya. Seperti memakai sandal, khuf, baju, celana panjang, menyukur rambut, menyisir, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, siwak (menggosok gigi), bercelak, memotong kuku, wudhu, mandi, tayamim, masuk mesjid, keluar dari toilet, memberi sedekah dan berbagai jenis kebaikan lainnya. Sebaliknya disunnahkan mendahulukan yang kiri dalam hal-hal yang merupakan lawan dari yang disebutkan diatas."


Sunnah Kesembilan : Membunuh Tokek

Rasul SAW bersabda : "Barangsiapa membunuh tokek pada awal pukulannya maka ditulis untuknya seratus kebaikan dan pada (pukulan) kedua (kebaikannya) kurang dari itu." (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Dalam riwayat lain disebutkan : "Pada pukulan awal (pahalanya) tujuh puluh kali."

Adapun sebab banyaknya kebaikan (pahala) pada pukulan pertama dan demikian selanjutnya adalah untuk menganjurkan agar kita segera membunuhnya, sehingga tidak terlalu menyakitinya atau malah hanya menyakitinya sementara binatang itu tidak terbunuh. Sebagian umat islam ada yang merasa kasihan untuk membunuh binatang tersebut, padahal Rasul SAW menganjurkannya dan menjanjikan pahala besar bagi yang melakukannya. Disamping, membunuh tokek berarti salah satu cara membersihkan lingkungan dan menghindari suaranya yang jelek.


Sunnah Kesepuluh : Mengibasi (Jawa:ngebuti) kasir atau tikar ketika hendak tidur

Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda : "Jika seseorang dari kamu mendatangi tempat tidurnya, hendaknya ia mengambil kain sarungnya, lalu mengibasi tempat tidurnya. Dan hendaklah ia menyebut nama Allah. Karena sesungguhnya ia tidak tahu apa yang terjadi setelah berada di atas tempat tidur tidurnya. Dan jika ingin berbaring hendaknya ia berbaring di atas sisi kanannya, lalu berdoa : "Maha Suci Engkau Ya Allah Tuhanku, aku letakkan tubuhku dan dengan menyebut namaMu aku mengangkatnya. Jika Engkau tahan jiwaku maka ampunilah ia, dan jika Engkau lepaskan maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hambaMu yang shaleh." (HR. Muslim)

Dalam tradisi kehidupan modern, cara menjaga kesehatan terutama ketika menjelang tidur semakin canggih. Semua itu adalah merupakan perintah Rasulullah SAW.


Sunnah Kesebelas : Melakukan Tahnik (Memamahkan kurma dan sejenisnya yang sudah dilembutkan ke dalam rongga mulut) bayi yang baru lahir.

Demikianlah sunnah yang diteladani oleh Rasulullah SAW bila bayi baru lahir. Seperti yang beliau lakukan terhadap Abdullah bin Ubay bin Thalhah Al Anshari, ketika ia baru lahir. Demikian sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Para ulama sepakat atas sunnahnya melakukan Tahnik dengan kurma kepada anak yang baru lahir. Jika tak ada kurma, maka madu atas sesuatu yang manis. Yang melakukan tahnik sebaiknya orang shaleh, sehingga mendapat barakah darinya. Adapun cara melakukan tahnik yaitu kurma dikunyah hingga lembut dan menjadi cair. Lalu mulut bayi dibuka dan kunyahan kurma yang sangat lembut itu dimasukkan ke mulutnya, sehingga sebagian daripadanya masuk ke perut bayi.

Sunnah Kedua belas : Shalat Isthikarah

Jabir bin Abdullah ra berkata : Rasulullah SAW mengajarkan kita Istikharah (memohon kepada Allah agar diberi pilihan terbaik) dalam semua urusan. Setiap kali beliau mengajarkan Surat dari Al-Qur'an, beliau bersabda :
" Jika seseorang dari kamu ingin menentukan perkara hendaknya ia shalat sunnat dua rakaat, kemudian berdoa : "Ya Allah sesungguhnya aku memohon pilihan kepadamu dengan ilmuMu dan meminta kekuasaan dengan kekuasaanMu, dan aku mohon anugerahMu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui dan aku tidak mengetahui dan Engkau Maha Mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya perkara ini lebih baik bagiku, baik dalam agama, kehidupan dan akhir dari perkaraku (atau beliau bersabda: baik dalam perkaraku masa sekarang maupun yang akan datang) maka takdikanlah ia untukku, mudahkanlah untukku kemudian berkahilah aku didalamnya. Tetapi jika Engkau Mengetahui bahwa perkara ini buruk untukku, baik dalam agama, kehidupan maupun akhir perkaraku (atau beliau bersabda, baik dalam perkaraku masa sekarang maupun yang akan datang) maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya dan takdirkanlah kebaikan untukku dimana saja ia berada dan berilah aku keridhaan dengannya, lalu ia menyebutkan keperluannya."
(HR Al-Bukhori, Abu Daud, Turmudzi, Nasa'i dan Ibnu Majah).

Imam Asy Syaukani dalam penjelasan tentang hadits di atas mengatakan : Sabda Rasulullah SAW "dalam semua urusan" merupakan dalil umum. Karena itu seseorang tidak boleh meremehkan dan menganggap enteng persoalan yang dihadapinya, walau sekecil apapun sehingga tidak melakukan istikharah. Betapa banyak masalah yang dianggap kecil dan sepele tetapi pada kenyataannya ketika dilakukan atau ditinggalkan menimbulkan bahaya besar.

Perkataan perawi hadits : "Setiap kali (Rasul) mengajarkan kami satu surat Al-Qur'an," merupakan dalil betapa Rasulullah SAW sangat menekankan masalah istikharah dan bahwa shalat istikharah hukumnya adalah sunat mu'akad.

Atau beliau bersabda : "Pada masa sekarang atau yang akan datang," menunjukkan kejujuran perawi hadits dan mengisyaratkan bahwa ia ragu-ragu dalam redaksi periwayatannya.

Sabda Beliau : "Dan takdirkanlah kebaikan untukku, dimana saja ia berada, dan jadikanlah aku rela dengannya." Sebab bila ia ditakdirkan mendapatkan kebaikan dan tidak rela dengannya maka ketika itu ia berdosa, sebab tidak ridho dengan apa yang ditakdirkan Allah atas dirinya, padahal ia masih dalam bingkai kebaikan.

Sabda beliau : "Lalu ia menyebutkan keperluannya. Maksudnya ditengah-tengah berdoa."

Karena itu wahai saudaraku, sebelum engkau akan melakukan suatu pekerjaan atau menentukan suatu pilihan, lakukanlah shalat istikharah terlebih dahulu. Sesungguhnya pilihan terbaik adalah yang dipilihkan oleh Allah SWT.

Imam Nawawi Rahimahullah berkata, "setelah istikharah, seyogyanya seseorang mengerjakan sesuatu yang melapangkan hatinya. Tetapi, ia tidak boleh berpegang pada kelapangan hati yang telah dicampuri oleh keinginan sebelum istikharah. Seorang yang melakukan istikharah harus melepaskan sama sekali semua pilihan yang ada. Jika tidak demikiann maka ia bukanlah orang yang meminta pilihan kepada Allah, tetapi ia meminta pilihan kepada keinginannya sendiri. Terkadang ia juga tidak secara benar-benar, baik dalam mencari pilihan atau melepaskan pengetahuan dan kekuasaan pribadinya untuk hanya diserahkan kepada Allah. Jika ia memang benar-benar meminta pilihan kepada Allah, tentu akan melepaskan dirinya dari pengetahuan, kekuasaan serta pilihan keinginannya sendiri."


Sunnah Ketiga Belas : Minum Sambil Duduk

Anas ra. meriwayatkan dari nabi SAW : "Bahwasanya beliau melarang orang minum sambil berdiri." (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain dari Abu Said Al Khudri disebutkan, "bahwasanya Rasulullah melarang minum sambil berdiri." (HR. Muslim)

Ibnu Qayyim Rahimahulullah berkata: "Petunjuk beliau SAW adalah minum sambil duduk. Inilah kebiasaan beliau sehari-hari. Tetapi diriwayatkan secara shahih pula, bahwasanya beliau pernah minum sambil berdiri."

Dalam kitabnya Zaadul Ma'ad, Ibnu Qayyim menerangkan : Sebagian orang berkata : "Riwayat bahwa Rasulullah SAW pernah minum sambil berdiri adalah membatalkan hukum riwayat yang melarangnya."

Yang lain berkata : "Tidak demikian, tetapi ia menjelaskan bahwa hukum larangan itu bukan haram, namun sebagai petunjuk bahwa meninggalkannya adalah lebih utama." 

Yang lain berpendapat : "Kedua riwayat itu sama sekali tidak bertentangan. Rasulullah SAW minum sambil berdiri adalah sesuai dengan hajat beliau. Ceritanya, beliau datang ke sumur zam-zam, saat itu para Sahabat sedang menimba air. Lalu beliau minta minum, maka mereka pun memberikan ember, dan dari ember itu beliau minum sambil berdiri. Dalam keadaan seperti ini, tentu berdiri adalah sesuai dengan hajat."

Ibnu Qayyim lalu mengomentari, yang benar dalam masalah ini adalah : "Minum sambil berdiri adalah dilarang, tetapi dibolehkan minum sambil berdiri jika memang ada uzur yang menghalanginya dari duduk. Dengan demikian, hadits-hadits yang membicarakan minum sambil berdiri tak lagi bertentangan. Adapun pelarangan dalam hadits tersebut bukanlah berarti haram, tetapi makruh."

Tentang bahaya minum sambil berdiri, Ibnu Qayyim menjelaskan , diantaranya :
"Air yang diminum tidak mengendap terlebih dahulu di dalam lambung, sehingga distribusinya ke anggota tubuh yang lain menjadi terganggu. Air secara cepat dan sekaligus turun ke lambung, sehingga ditakutkan suhu lambung berubah secara drastis dari panas menjadi dingin, mengacaukan temperaturnya, lalu dengan cepat berpengaruh ke bagian bawah tubuh tanpa proses yang normal. Yang demikian ini sangat berbahaya. Tetapi, jika ia jarang melakukannya atau hanya ketika perlu saja maka hal itu tidak membahayakan."

Saat ini banyak orang tak mempedulikan adab minum seperti yang diajarkan Nabi. Mereka lebih memilih minum sambil berdiri. Apalagi dalam suatu pesta atau jamuan makan. Ironinya, tidak hanya minum, makanpun banyak yang sambil berdiri. Seyogyanya umat Islam memiliki identitas sendiri dalam adab pesta atau jamuan makan, sebagaimana yang diteladankan Nabi SAW.


Sunnah Keempat Belas : Bernafas tiga kali ketika minum

Anas bin Malik ra. meriwayatkan : "Rasulullah SAW bernafas tiga kali ketika minum. Lalu beliau bersabda : "Sesungguhnya yang demikian itu lebih menyenangkan, lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih menyehatkan." (HR.Muslim)

Adapun caranya, kita minum lalu melepaskan gelas dari mulut untuk menghela nafas sebentar, lalu minum lagi dan demikian dilakukan sebanyak tiga kali. Demikian seperti dijelaskan Ibnu Qayyim berdasarkan hadits shahih riwayat Ibnu Majah.

Sunnah Kelima Belas : Ziarah Kubur untuk mendapatkan Pelajaran

Rasulullah SAW bersabda : "Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, (sekarang) ziarahlah, karena sesungguhnya kubur itu mengingatkan kalian kepada Akherat." (HR.Muslim)

Ziarah kubur untuk mendapatkan pelajaran adalah sunnah, ia akan mengingatkan kepada Akherat. Di samping, juga bermanfaat untuk mayit, sebab mendapatkan do'a dan istighfar dari setiap orang yang berziarah.

Betapa penting senantiasa bisa meluluhkan kekerasan hati kita. Ironinya, sunnah ini sudah demikian dilupakan Islam. Ada memang yang senantiasa lewat di samping kuburan. Tetapi hal itu tidak mengetuk hatinya. Orang tak lagi mempedulikan kematian sebagai pelajaran, sebab yang dipikirkannya setiap hari hanyalah kesenangan dunia. Alangkah baiknya jika kita kembali menghidupkan sunnah ini, sehingga kita bisa menambah kekuatan iman kita dan menjadikan kita berlomba dalam kebaikan.

Sunnah Keenam Belas : Mengucapkan salam kepada orang yang dikenal dan tidak dikenal

Dari Abdullah bin Umar, bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW : "Apakah (pekerjaan) Islam yang paling baik?" Beliau menjawab : "Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan tidak kenal." (HR. Muslim).

Dari Anas ra : "Bahwasanya Rasulullah SAW melewati anak-anak kecil, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka." (HR.Muslim)


Sunnah Ketujuh Belas : Berdiam di masjid untuk shalat dan dzikir

Nabi SAW bersabda : "Tidaklah seorang laki-laki tinggal di masjid untuk shalat dan dzikir kecuali Allah berseri-seri padanya sebagaimana keluarga yang ditinggalkan berseri-seri atas kedatangan orang yang ghaib." (HR Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaiman dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Al Albani)

Mudah-mudahan Allah menolong dan memberi taufik kepada kita sehingga menjalankan sunnah-sunnah yang telah diteladankan Rasul SAW semasa hidupnya. Amin..........

Wassalam....

Penelitian iLmiah Tentang PuaSa


Allah ta'alaa berfirman:

 

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa." (Q.S. Al-Baqarah: 183)

 Allah berfirman:

“Dan andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui” (Q.S. Al-Baqarah: 184).

Apakah ilmu pengetahuan kontemporer sudah bisa mengungkap rahasia dari firman Allah "Dan jika kalian berpuasa maka itu lebih baik bagi kalian" ???


    A. Manfaat Puasa Secara Medis


Allah ta'alaa berfirman:


“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa” (Q.S. Al-Baqarah: 183).


Allah berfirman:

“Dan andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui” (Q.S. Al-Baqarah: 184).


Apakah ilmu pengetahuan kontemporer sudah bisa mengungkap rahasia dari firman Allah "Dan jika kalian berpuasa maka itu lebih baik bagi kalian"???


Sesungguhnya ilmu pengetahuan kedokteran kontemporer belum mempu mengungkap hakikat puasa, selain hanya menyatakan bahwa puasa adalah keinginan yang boleh bagi manusia untuk melakukannya atau tidak. Itu saja.


Sesungguhnya puasa, setelah melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia dan aktivitas fisiologisnya menemukan bahwa puasa secara jelas adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya secara baik. Dan puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Maka manusia sangat membutuhkan hal-hal ini. Jika manusia tidak bisa tidur, makan selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Maka, tubuh manusia pun akan mengalami hal yang jelek jika ia tidak berpuasa.


Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaa'i dari shahabat Abu Umamah:

 

"Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku satu amalan yang Allah akan memberikan manfaat-Nya kepadaku dengan sebab amalan itu". Maka Rasulullah bersabda, "Berpuasalah, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa".


Dan sebab pentingnya puasa bagi tubuh adalah karena puasa bisa membantu badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus sel-sel atau hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Dan puasa, sebagaimana dituntunkan oleh Islam adalah rata-rata 14 jam, kemudian baru makan untuk durasi waktu beberapa jam.


Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hotmon yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru. Dan ini sangat berbeda dengan dengan apa yang difahami kebanyakan orang bahwa puasa menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu. Puasa yang bagus bagi badan itu adalah dengan syarat dilakukan selama satu bulan berturut-turut dalam setahun, dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan. hal ini sesuai benar dengan anjuran Rasulullah dalam sebuah haditsnya:

 

“Siapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka itu sama dengan puasa dahr (puasa sepanjang tahun).”


Dan Allah pun membenarkan ucapan Nabi ini dengan firman-Nya:

 

“Barangsiapa yang beramal dengan satu perbuatan baik, maka Allah memberikan kepadanya 10 kali lipat dari amalan itu.”


Satu hari dihargai 10 hari oleh Allah, maka 3 hari dihargai 30 hari, dan bila 3 hari setiap bulan maka menjadi 36 hari. Dan ini senilai dengan 360 hari atau satu tahun dalam penghargaan Allah.

 

     B. Mencegah Dari Tumor

Puasa juga berfungsi sebagai "dokter bedah" yang menghilangkan sel-sel yang rusak dan lemah di dalam tubuh. Maka, rasa lapar yang dirasakan orang yang sedang berpuasa akan bisa menggerakan organ-organ internal di dalam tubuh untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusah atau lemah tadi untuk menutupi rasa laparnya. Maka hal itu merupakan saat yang bagus bagi badan untuk mengganti sel-selnya dengan sel-sel baru sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Dengan hal itu juga bisa menghilangkan atau memakan organ-organ yang sakit dan memperbaharuinya. Dan puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penambahan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging, dan lemak. Juga bisa mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya.

C. Menjaga Kadar Gula Dalam Darah

Puasa sangaat bagus dalam menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Berdasarkan hal ini, maka sesungguhnya puasa memberikan kepada kelenjar pankreas kesempatan yang baik untuk istirahat. Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak dikumpulkan di dalam pankreas. Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hal ini hingga akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka kadar gula darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabetes. Dan sudah banyak dilakukan usaha pengobatan terhadap diabets ini di seluruh dunia dengan mengikuti "sistem puasa" selama lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai dengan keadaannya. Kemudian, para penderita tersebut mengkonsumsi makanan ringan selama berurutan yang kurang dari 3 minggu. Dan metode semacam ini telah mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabets dan tanpa menggunakan satu obat-obatan kimiawi pun.

     D. Puasa Adalah Dokter Yang Paling Murah


Sesungguhnya puasa, tanpa berlebih-lebihan, adalah "dokter" yang paling murah secara mutlak. Sebab puasa bisa menurunkan berat badan secara signifikan, dengan catatan ketika berbuka puasa memakan makanan dengan menu seimbang dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman langsung ketika berbuka. Rasullulah ketika memulai ifthar dari puasa adalah dengan memakan beberapa biji kurma dan bukan yang lain, atau seteguk air putih lalu shalat. Inilah petunjuk.


Dan ini sebaik-baik petunjuk bagi orang yang berpuasa dari makanan dan minuman untuk waktu yang lama. Maka, gula ada dalam kurma dan orang akan merasa kenyang ketika memakan kurma, sebab ia sangat mudah dicerna dan dikirim ke dalam darah, dan pada saat yang sama ia memberikan energi atau kekuatan kepada badan.


Adapun jika kita langsung makan daging setelah lapar karena puasa, sayuran, dan roti, maka tubuh memerlukan waktu yang lumayan lama untuk bisa mencerna dan menyerap sari makanannya dan baru kemudian kita merasa kenyang. Dan pada saat seperti ini, maka orang ketika awal-awal berbuka akan tetap merasa lapar. Dan akhirnya, orang yang berpuasa itu kurang bisa memperoleh manfaat langsung dari puasanya, yaitu memperoleh kesehatan, afiat, dan vitalitas, bahkan ia akan tetap kebanyakan lemak dan kegemukan. Dan ini tentu bukanlah tujuan Allah mensyariatkan bagi hamba-Nya untuk berpuasa.


Allah berfirman:

 

“Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan atas petunjuk itu dan pembeda. Maka siapa yang menemui bulan Ramadhan ini maka berpuasalah. Dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan maka dia mengganti puasa tersebut pada bulan-bulan lain. Allah menginginkan untuk kalian kemudahan dan tidak menginginkan bagi kalian kesulitan” (Q.S. Al-Baqarah: 175).

 

     E. Penyakit-Penyakit Kulit

Sungguh puasa memberikan manfaat untuk mengobati berbagai penyakit kulit. hal ini disebabkan karena dengan puasa maka kandungan air dalam darah berkurang, maka berkurang juga kandungan air yang ada di kulit. Hal ini pada gilirannya akan berpengaruh pada:

 

1. Menambah kekuatan kulit dalam melawan mikroba dan penyakit-penyakit mikroba dalam perut.

2. Meminimalisir kemungkinan penyakit-penyakit kulit yang menyebar di sekujur badan seperti sakit psoriasis (sakit kulit kronis).

3. Meminimalisir alergi kulit dan membatasi masalah kulit berlemak.


F. Puasa Mencegah "Penyakit Orang Kaya"


Penyakit ini sering juga disebut dengan nama "penyakit nacreous" yaitu yang disebabkan karena kelebihan makanan dan sering makan daging. Dan akhirnya tubuh tidak bisa mengurai berbagai protein yang ada dalam daging. Dimana darinya akan menyebabkan tumpukan kelebihan urine dalam persendian, khususnya pada persendian jari-jari besar di kaki. Dan ketika persendian terkena penyakit nacreous, maka ia akan membengkak dan memerah dan disertai nyeri yang sangat. Dan terkadang kadar garam pada air kencing berlebih dalam darah, kemudian ia mengendap di ginjal dan akhirnya mengkristal di dalam ginjal. Dan mengurangi porsi makan merupakan sebab utama bagi kesembuhan dari penyakit yang sangat berbahaya ini.

 

    G. Pembekuan Jantung dan Otak

Para profesor yang melakukan penelitian medikal ilmiah ini  --mayoritasnya adalah non-muslim-- menegaskan akan kebenaran puasa, sebab puasa bisa menjadi sebab berkurangnya minyak dalam tubuh dan pada gilirannya akan menyebabkan berkurangnya kolesterol. Taukah anda apa "mal-kolesterol" itu? Mal-Kolesterol adalah zat yang tertimbun pada oleh karena itu tidaklah berlebihan jika kita mau mendengarkan kepada firman Allah Ta`ala yang berbunyi:

"Dan adaikan kalian mau berpuasa tentu itu lebih bagus bagi kalian jika kalian mengetahui."

Maka berapa ribu manusia yang diliputi kebiasaan makan dan minum secara terus  menerus tanpa ilmu ataupun bukan karena keinginan. Dan andai mereka mengikuti  metode Allah dan sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang tidak berlebihan dalam hal makan dan minum, puasa tiga kali tiap bulan, tentu mereka akan mengetahui bahwa berbagai penyakit yang mereka alami akan berakhir serta akan turun berat badan mereka beberapa puluh kilogram.

(Taken from somewhere on the net...)

 

Rahasia Sholat 5 Waktu

Ali bin Abi Talib r.a. berkata, "Sewaktu Rasullullah SAW duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, 'Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.'

Lalu Rasullullah SAW bersabda, 'Silahkan bertanya.'

Berkata orang Yahudi, 'Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.'

Sabda Rasullullah saw, 'Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam a.s. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.'

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah saw, lalu mereka berkata, 'Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat.'

Rasullullah SAW bersabda, 'Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.'

Sabda Rasullullah saw lagi, 'Manakala shalat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.'

Selepas itu Rasullullah saw membaca ayat yang bermaksud, 'Jagalah waktu-waktu shalat terutama sekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam a.s. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.'

Sabda Rasullullah saw, 'Shalat Isya’ (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah S.W.T haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Sirath.'

Sabda Rasullullah saw seterusnya, 'Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah S.W.T dua kebebasan yaitu:
1. Dibebaskan daripada api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah saw, maka mereka berkata, 'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Allah S.W.T mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?'

Sabda Rasullullah saw, 'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam a.s. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T mewajibkan ke atas keturunan Adam a.s. berlapar selama 30 hari.

Sementara diizin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T kepada makhluk-Nya.'

Kata orang Yahudi lagi, 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.'

Sabda Rasullullah saw, 'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T, dia akan diberikan oleh Allah S.W.T 7 perkara:


1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Sirath.
7. Allah S.W.T akan memberinya kemudian di syurga.'

Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.'

Sabda Rasullullah saw, 'Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).'

Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).'

Sedikit peringatan untuk kita semua: "Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Surah Al-Baqarah: ayat 155)

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." (Surah Al-Baqarah: ayat 286)


Sumber : http://kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=145

Keindahan Untukmu...

Rabbi....
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya
lembutkan rindunya

Rabbi....
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
penuhi hatinya dengan Kasih-MU
terangi langkahnya dengan Nur-MU
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian

Rabbi....
kutitipkan cintaku pada-MU untuknya
resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya
dalam cinta-MU
sebab, sungguh aku mencintainya karena-MU...
(Dikutip dari Derap-derap Tasbih - Hadi S. Khuli)

- teruntuk yang terkasih -


Sumber : Seri Utami di Milis Kafemuslimah

10 Jawaban Mengatasi Bisikan Iblis

Ada sepuluh cara setidaknya, agar kita bisa menjawab godaan setan yang selalu ingin menjerumuskan kita ke jurang neraka. Cara praktis mengusir iblis dan bala tentaranya itu tertuang nasihat seorang ulama dalam dialog antara manusia dan iblis:

1. Jika ia datang kepadamu dan berkata:"Anakmu mati.." katakan kepadanya : "Sesungguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan mdariku(putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku bahagia".

2. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Hartamu musnah," katakan kepadanya : "Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat."

3. Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorangpun." maka katakan kepadanya : "Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan (Mukhsinin)".

4. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Betapa banyak kebaikanmu," dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri(Ujub). Maka katakan kepadanya: "Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku".

5. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata:"Alangkah banyaknya shalatmu". Maka katakan : "Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku".

6. Dan jika ia datang dan berkata: "Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang". Maka katakan kepadanya: "Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan".

7. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak orang yang menzalimimu". Maka katakan kepadanya : "Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak".

8. Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak amalmu". Maka katakan kepadanya: "Betapa seringnya aku bermaksiat".

9. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Minumlah minuman-minuman keras!". Maka katakan : "Saya tidak akan mengerjakan maksiat".

10. Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Mengapa kamu tidak mencintai dunia?". Maka katakan : "Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya".


Sumber : www.taushiyah-online.com

Rahmat Dibalik Cobaan (Ridho Menerima Ketetapan Illahi)

                                                                                   
Firman Allah SWT, pada Al-Baqarah:156-157  :Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan : Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun (arti:sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka ialah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah : 156-157) 

Tujuan musibah atau cobaan yang diturunkan Allah kepada hamba-Nya adalah :

1. Untuk membersihkan dan memilih, mana orang mukmin yang sejati dan mana yang munafik.
2. Untuk mengangkat derajat serta menghapuskan dosa.
3. Untuk melihat sejauh mana kesabaran dan ketaatan seorang hamba.
4. Untuk membentuk dan mendidik manusia, sehingga menjadi umat dgn keimanan yang tinggi.
5. Sebagai latihan supaya manusia terbiasa menerima berbagai ujian, dengan demikian akan bertambah kesabaran, kuat cita-cita dan tetap pendiriannya.

Bagi orang yang terkena musibah, hendaklah ia kembali kepada kalimah yang penuh dengan arti kebaikan dan keberkahan, sebab firman Allah SWT : Inna Lillahi  mengandung arti ketauhidan serta pengakuan akan kehambaan, sedangkan firman-Nya : “Wa inna ilaihi raji’un” adalah sebagai pengakuan, bahwa Allah-lah yang menjadikan kita binasa dan Dia pula yang akan membangkitkan kita kembali.

Obat Bagi Orang yang Terkena Musibah

Firman Allah SWT, yang artinya :“Berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang ketika ditimpa musibah, mereka berkata :”Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali” (Al-Baqarah : 155-156).

Ayat diatas mengandung dua perkara yang sangat besar :

Pertama, orang yang ditimpa musibah akan menyadari dengan sebenar-benarnya bahwa dirinya, keluarganya, hartanya, anaknya adalah milik Allah SWT.

Kedua, sesungguhnya asal diri seorang hamba dan kembalinya adalah kepada Allah SWT semata.

Beberapa cara untuk menyembuhkan perasaan susah ketika ditimpa musibah adalah: 

  1. Hendaklah selalu memperhatikan Al-Quran dan Sunnah, yaitu memperhatikan apa yang terkandung dalam firman Allah SWT dan Sunnah Rasul-Nya, dimana Allah SWT akan memberikan pahala yang sangat besar terhadap orang yang sabar dan rela menerima cobaannya. Disamping itu, orang yang terkena musibah sebaiknya memandang/ mengingat orang lain yang senasib dengannya dan juga orang lain yang mengalami cobaan yang lebih berat.
  2. Selalu melihat dengan mata hati, bahwa sesungguhnya kepahitan yang dialami di dunia ini adalah kemanisan di  alam akhirat dan kemanisan di dunia adalah kepahitan di akhirat.
  3. Selalu memohon kepada Allah SWT dan bertawakal kepada-Nya. Bagi orang yang terkena musibah, hendaklah ia memohon pertolongan dari Allah SWT dan bertawakal kepada-Nya, serta melihat keagungan-Nya, termasuk juga memohon pertolongan dalam menghadapi musibah dengan penuh kesabaran dan senantiasa mengerjakan sholat.
  4. Selalu mengingati musibah lama dan mengulangi ucapan Inna Lillahi Wa inna ilaihi raji’un
  5. Hendaklah selalu membedakan dua macam kenikmatan, yaitu kenikmatan di dunia yang fana dan kenikmatan di akhirat yang kekal abadi.
  6. Hendaklah selalu menguatkan keyakinan diri dengan menyadari bahwa semua musibah adalah kehendak Allah dengan tujuan untuk menguji ketabahan serta keikhlasan hati seseorang saat menerima musibah
  7. Hendaklah menyadari bahwa dunia adalah tempat cobaan.
  8. Memohon kepada Allah SWT dari godaan syaitan.
    Bagi orang yang dalam keadaan sakit atau kesusahan lainnya, syetan akan selalu berusaha mengganggu dan membisikkan dengan berbagai macam godaan. Tujuan syetan berbuat demikian agar seseorang merasa marah kepada Allah SWT dan enggan utk bertemu denga-Nya.bahkan sangat diinginkan oleh syetan, agar keluar ucapan atau ungkapan dari mulut seseorang, kata-kata kemarahan serta kata-kata ketidakrelaan lainnya. Jika ini berhasil, syetan akan sangat bergembira  karena telah berhasil menggoda dan menyesatkan orang tersebut.
  9. Menyadari hikmah musibah, dimana jika di dunia tidak ada musibah atau cobaan yang diberikan Allah, pastilah manusia akan dihinggapi penyakit sombong, berkuasa bahkan keras hati.
  10. Senantiasa mengobati diri dengan ajaran agama. Dalam menghadapi musibah, siapkan diri dengan pengetahuan keagamaan yang baik. Dengan pengetahuan agama yang baik dan dengan keimanan yang tinggi. Pada waktu  ditimpa musibah walau bagaimanapun besarnya, ia tidak akan melakukan hal yang tidak terpuji dan mengembalikan semuanya kepada Allah SWT.
  11. Selalu berzikir kepada Allah SWT
    Bagi orang yang terkena musibah, baik musibah tersebut menimpa dirinya, anaknya atau keluarganya, hendaklah ia memperbanyak berzikir kepada Allah SWT buka dengan mengeluh dan sikap negatif lainnya.
  12. Menyadari bahwa keluh kesah akan menambah musibah.
    Bagi orang yang ditimpa musibah hendaklah menyadari bahwa jika ia berkeluh kesah, akan membuat musuh-musuhnya merasa gembira, juga syetan akan menggodanya utk makin berkeluh kesah serta Allah SWT akan murka kepadanya bahkan pahalanya akan terhapus.
  13. Menyadari bahwa Allah SWT tidak mengecewakan hamba-Nya.
    Bagi orang yang ditimpa musibah hendaklah menyadari bahwa apabila ia sabar serta penuh keimanan kepada Allah SWT dan mengharapkan gantinya kepada Allah SWT  terhadap sesuatu yang hilang darinya, niscaya Allah tidak akan mengecewakan harapannya itu.
  14. Mencontoh orang yang tabah pada waktu menerima musibah.
    Orang-orang yang kuat keimanannya akan meyakini betapa besarnya pahala bagi orang yang tabah dalam menerima cobaan dari Allah SWT. Dan Allah SWT akan sangat menyayangi hamba-Nya yang tabah menerima musibah
    Kembalikan dan pasrahkan semuanya kepada Allah SWT….Insya Allah kita menjadi orang yang selalu di jalan-Nya…….untuk menggapai surga-Nya.
 
 
  
 Sumber: http://www.taushiyah-online.com
Pemateri : Drs. Kasmuri Selamat, MA.
 
 

12 Barisan di Alam Padang Mahsyar...

Oleh Rasulullah SAW,

Suatu ketika, Muaz bin Jabal r. a menghadap Rasullullah s. a. w dan bertanya: “Wahai Rasullullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah saw: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris” -(Surah an-Naba’:18) Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis hingga basah pakaiannya. Lalu Baginda menjawab:”Wahai Muaz, engkau telah bertanya kepada aku, perkara yang amat besar, bahawa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri. Maka dinyatakan apakah 12 barisan berkenanaan yaitu:

BARISAN PERTAMA Diiringi dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: ” Mereka itu adalah orang-orang yang ketika hidupnya menyakiti hati jirannya, maka ini balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.

BARISAN KEDUA Diiringi dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah yang maha pengasih: “Mereka itu adalah orang yang ketika hidupnya meringankan solat, maka inilah balasannya, dan tempat kembalinya adalah neraka.

BARISAN KETIGA Mereka berbentuk keledai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kalajengking. “Meraka ini adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka..

BARISAN KEEMPAT Diiringi dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancuran keluar dari mulut mereka. “Mereka ini adalah orang yang berdusta didalam jual beli, maka inilah balasannya, dan tempat mereka adalah neraka..

BARISAN KELIMA Diiringi dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah s. a. w menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka ini adalah orang yang menyembunyikan perlakuan durhaka takut diketahui manusia, tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah s. a. w, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.

BARISAN KEENAM Diiringi dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.

BARISAN KETUJUH Diiringi dari kubur tanpa mempunyai lidah dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Meraka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.

BARISAN KELAPAN Diiringi dari kubur dalam keadaan terbalik degan kepala kebawah dan kaki keatas. ” Meraka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.. “

BARISAN KESEMBILAN Diiringi dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru , sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. ” Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara haram, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.

BARISAN KESEPULUH Diiringi dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang durhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka..

BARISAN KESEBELAS Diiringi dari kubur mereka dengan berkeadaan buta, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai keperut, dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka

BARISAN KEDUA BELAS Mereka diiringi dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal soleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara solat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka bertaubat, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang, dan keridhaan Allah yang maha pengasih.

Sumber : http://kumpulanartikel.co.cc

duuhh,, kita masuk barisan mana ya...???
Mudah2an barisan Ke-12 yaa, Amin...
kuncinya perbanyak ibadah 'n ingat klo pintu tobat akan selalu terbuka lebar buat kita smua...
jadi. yang Semang9at yaaaa.... (^o^)

Jadual Puasa Sunnah Yang Dianjurkan Islam - Tahun 2008

 

Ketika Islam melarang berpuasa pada hari-hari tertentu, maka Islam pun menganjurkan
kepada umatnya agar berpuasa pada hari-hari yang Rasulullah sendiri biasa melakukannya.
Berikut adalah jadual 'Puasa Sunnah' sesuai penanggalan Masehi. Tahun 2008.
Semoga manfaat.

1. Puasa tiap hari Senin dan Kamis.

2. Puasa 3 (tiga) hari setiap bulan - 'shaumul biidh' -
Yakni pada tanggal 13.14.15 - penanggalan Islam - (saat bulan purnama).
- 22, 23, 24 Januari 2008 / Muharram 1429 H
- 20, 21, 22 Februari 2008 / Shafar 1429 H
- 21, 22, 23 Maret 2008/ Rabi'ul Awwal 1429 H
- 20, 21, 22 April 2008/ Rabi'ul Akhir 1429 H
- 19, 20, 21 Mei 2008/ Jumadil Awwal 1429 H
- 17, 18, 19 Juni 2008/ Jumadil Akhir 1429 H
- 16, 17, 18 Juli 2008/ Rajab 1429 H
- 15, 16, 17 Agustus 2008/ Sya'ban 1429 H


Puasa Ramadhan 1429 H : 1 September 2008 - 30 September 2008.

- 13, 14, 15 Oktober 2008/ Syawwal 1429 H
- 11, 12, 13 November 2008/ Dzulqa'idah 1429 H
- 12, 13 Desember 2008/Dzulhijjah 1429H.
11 Desember 2008 bertepatan dengan hari tasyriq - 13 Dzulhijjah 1429 H.
Hari tasyriq tidak diperkenankan berpuasa.


3. Puasa 1/3 (sepertiga) bulan - Yakni di bulan Dzulhijjah.
Antara 11 Desember 2007 - 9 Januari 2008 / Dzulhijjah 1428 H
Antara 29 November 2008 - 28 Desember 2008/ Dzulhijjah 1429 H
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji.
Yakni : 7 Desember 2008/ 9 Dzulhijjah 1429 H


Tidak diperkenankan berpuasa :
Hari Idul Adha - 10 Dzulhijjah/ 8 Desember 2008
Hari tasyriq - 11, 12, 13 Dzulhijjah/ 9, 10, 11 Desember 2008/ Dzulhijjah 1429 H


4. Puasa bulan Muharram - 'Asyura' selama 3 (tiga) hari - tanggal 9,10,11 Muharram.
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 ( Tasu'a dan 'Asyura )
Yakni : 18, 19, dan 20 Januari 2008/ Muharram 1429 H.


5. Puasa pada sebagian bulan Sya'ban.
Antara 3 Agustus - 31 Agustus 2008.


6. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal.
Antara 2 Oktober - 29 Oktober 2008.
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal - 1 Oktober 2008.


7. Puasa Daud - berpuasa berselang-seling.
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari.


Ringkasan - Referensi :
Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq
Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani
Al-Islam- Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Penanggalan Tahun 2008 - Penerbit Gema Insani.

_Puasa Sunnah_

Segala pujian yang terbaik hanya milik Alloh Ta’ala yang telah mensyariatkan bagi hamba-Nya ibadah-ibadah yang sunnah di samping ibadah yang wajib. Sehingga kaum muslimin mempunyai kesempatan yang amat banyak untuk menutupi dan menambal kekurangan yang ada pada ibadah-ibadah wajib. Dan juga sebagai simpanan yang dapat memperberat timbangan di hari kiamat kelak. Di antara ibadah sunnah yang disyariatkan oleh Alloh kepada umat ini adalah puasa sunnah.
Adapun macam-macam puasa sunnah beserta keutamaannya masing-masing yaitu:

  1. Puasa enam hari di bulan Syawal, baik dilakukan secara berturutan ataupun tidak. Keutamaan puasa romadhon yang diiringi puasa Syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).
  2. Puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang dimaksud adalah puasa di sembilan hari yang pertama dari bulan ini, tidak termasuk hari yang ke-10. Karena hari ke-10 adlah hari raya kurban dan diharomkan untuk berpuasa.
  3. Puasa hari Arofah, yaitu puasa pada hari ke-9 bulan Dzuhijjah. Keutamaan: akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang (HR. Muslim). Yang dimaksud dengan dosa-dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil, karena dosa besar hanya bisa dihapus dengan jalan bertaubat.
  4. Puasa Muharrom, yaitu puasa pada bulan Muharrom terutama pada hari Assyuro’. Keutamaannya adalah bahwa puasa di bulan ini adalah puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon (HR. Bukhori)
  5. Puasa Assyuro’. Hari Assyuro’ adalah hari ke-10 dari bulan Muharrom. Nabi sholallohu ‘alaihi wasssalam memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari Assyuro’ ini dan mengiringinya dengan puasa 1 hari sebelum atau sesudahnhya. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10. Keutamaan: akan dihapus dosa-dosa (kecil) di tahun sebelumnya (HR. Muslim).
  6. Puasa Sya’ban. Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Keutamaan: bulan ini adalah bulan di mana semua amal diangkat kepada Robb semesta alam (HR. An-Nasa’i & Abu Daud, hasan).
  7. Puasa pada bulan Harom (bulan yang dihormati) yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab. Dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan-bulan tersebut termasuk ibadah puasa.
  8. Puasa Senin dan Kamis. Namun tidak ada kewajiban mengiringi puasa hari Senin dengan puasa hari Kamis atau sebaliknya. Keduanya merupakan hari di mana amal-amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Alloh.
  9. Puasa tiga hari setiap bulan. Disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari putih (Ayyaamul Bidh) yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan >> penanggalan Islam (bulan tahun Hijriah) - bulan purnama <<. Sehingga tidaklah benar anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa puasa pada harai putih adalah puasa dengan hanya memakan nasi putih, telur putih, air putih, dsb.
  10. Puasa Dawud, yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari. Keutamaannya adalah karena puasa ini adalah puasa yang paling disukai oleh Alloh (HR. Bukhori-Muslim).

Demikianlah beberapa jenis puasa sunnah yang disyariatkan dalam agama ini. Kita memohon kepada Alloh agar diberikan rasa cinta dalam diri kita terhadap amalan yang dapat mendekatkan diri ini kepadaNya.

————————————————-

*) disadur dari buletin Jumat At-Tauhid Jogja

:: Marhaban Yaa RamadHan 1428 H ::


“ Bersambung Kasih Berajut Cinta “

“ Beralas Ihklas Beratap Cinta ”

” Bersimbah Khilaf Semasa Hidup

BERHARAP DI BASUH MAAF ”

Met menjalankan Ibadah Puasa yah semuanya

Mohon Maaf Lahir & Bathin